Rabu, 24 April 2013

Ingin Menjadi Pemimpin, Penuhi Kriterianya

Menjadi seorang pemimpin dambaan setiap orang, walaupun pada dasarnya setiap manusia itu diciptakan untuk menjadi pemimpin, namun lingkup yang dipimpinyalah yang berbeda-beda. Ada yang sebagai pemimpin negara, pemimpin dilegislatif, pemimpin diperusahaanya, pemimpin dilingkup daerahnya, pemimpin dilingkup kecamatan, kelurahan, RT, RW, Pemimpin di Rumah tangga, dan lingkup yang terkecil yaitu pemimpin terhadap diri sendiri. Namun dalam pembahasan ini secara khusus membahas dan membuat kritikan terhadap pimpinan yang agak luas namun terbatas, maksudnya pimpinan perusahaan atau pimpinan sebagai tugas management bagi karyawan-karyawanya. Menjadi pemimpin perusahaan bukanlah pekerjaan yang mudah, bukan sebagai ajang untuk pamer kedudukan dengan bersantai-santai saja, namun menjadi pengayom bagi karyawan atau orang-orang yang dipimpin atau dimanajement, bukan pekerjaan mudah karena harus menghadapi berbagai macam watak manusia, oleh karenanya memerlukan kompetensi dan keahlian khusus. kompetensi (ilmu) dapat berupa pengalaman memimpin organisasi misal pernah sebagai ketua keorganisasian, keakhlian khusus misal latar belakang pendidikan atau pernah mengikuti pelatihan kepemimpinan bersertifikat. Walaupun secara khusus syarat menjadi pemimpin ada sangat banyak yang dapat ditinjau dari psychologi dan kepribadian seperti percaya diri, kebranian,berwibawa, gigih, inisiatif, power atau energi, kejernihan berfikir, dan pandai memanagement waktu. Namun yang sangat mempengaruhi adalah kompetensi atau knowledge (ilmu tentang kepemimpinan). Maka berdasarkan hal tersebut diatas, maka 2 syarat tersebut menjadi kriteria perusahaan dalam mencari orang yang akan dijadikan pemimpin, sehingga dalam lowongan kerja dicantumkan kriteria pendidikan sebagai syarat awal dan berlaku juga terhadap karyawan lama yang memiliki kompetensi berdasarkan pantauan pimpinan perusahaan tersebut dan jiwa kepemimpinanya. Jika ada pemimpin yang terlahir bukan berdasarkan syarat dan kriteria tersebut diatas maka itulah pemimpin yang menghasilkan kerja yang buruk dan tidak peduli terhadap orang-orang yang dipimpinya sebagai contoh buruknya yaitu memecat karyawan tanpa pertimbangan dan contoh kinerja buruk pimpinan yang lainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar